Oleh : M. Hasan Chabibie - Staff Bidang Multimedia dan Web, Pustekkom, Kemdiknas
Penggunaan
internet di Indonesia terus bertambah dari waktu ke waktu. Ini
seiring dengan makin mudah dan murahnya orang mengakses internet.
Aliran dan pertukaran informasi lewat internet berlangsung begitu
cepat dan massif. Pengguna internet dari berbagai kalangan terhubung
langsung dengan beragam materi (content) yang bisa berdampak negatif.
Inilah yang mendorong banyak pihak mengkampanyekan internet sehat.
Sehat contentnya, sehat pula penggunanya.
Internet
kini sudah menjadi bagian hidup. Sebagian orang bahkan merasa kurang
lengkap hidupnya jika tidak tersambung dengan internet. Keberadaan
internet sebagai sarana komunikasi dan mencari informasi, telah
menjadikan banyak orang terkoneksi lewat internet. Tidaklah berlebihan
jika internet disebut sebagai information highway atau jalan bebas
hambatan informasi.
Beragam
jenis informasi bisa dicari melalui internet. Ada banyak mesin
pencari (search engine) yang siap membantu pengguna internet untuk
mendapatkan informasi yang diburu. Melalui internet, pengguna bisa
mendapatkan berita, kamus, ensiklopedia, artikel, jurnal ilmiah, buku
elektronik, hingga menyaksikan siaran televisi secara streaming.
Internet juga bisa menghubungkan banyak orang dan perusahaan melalui
berbagai situs jejaring sosial. Pengguna bisa memanfaatkan Facebook,
Twitter, Linkedin, Friendster, dan situs jejaring sosial lainnya untuk
membagi informasi, mengiklankan barang atau sekadar mengungkapkan isi
pikiran. Internet juga menawarkan interaktivitas bagi penggunanya
lewat fasilitas obrolan (chatting) yang disediakan sejumlah situs
terkenal. Pengguna internet dengan minat khusus bahkan bisa membangun
forum-forum diskusi dan berbagi informasi melalui internet. Pendek
kata, banyak orang saling terhubung melalui internet tanpa harus
bertatap muka.
Gambaran
di atas membuktikan manfaat internet bagi kehidupan sehari-hari.
Internet memiliki sisi positif yang bisa terus dipakai untuk
kemanfaatan bersama. Namun di sisi lain, perlu diingat pula bahwa
internet juga memiliki sisi negatif. Sisi negatif internet akan terasa
ketika pengguna menjumpai hal-hal yang dinilai tidak layak atau tidak
seharusnya. Dari sinilah muncul istilah internet sehat. Sehat di sini
bisa diartikan dengan penggunaan internet yang disesuaikan
peruntukannya.
Perlu
diingat, tidak seluruh isi di Internet dapat bermanfaat bagi kita
selaku pengguna. Beberapa isinya bahkan cenderung merugikan kita,
anak-anak dan murid. Materi yang merugikan tersebut terdapat di
situs-situs negatif, misalnya: pornografi, madat, rasisme, kekerasan
dan perjudian. Di Internet dapat pula terjadi pelanggaran privasi,
perendahan martabat dan pelecehan seksual ringan maupun berat.
Kenyataan
di atas mendorong sejumlah pihak yang peduli untuk mengkampanyekan
internet sehat. Artinya, melalui kerjasama yang baik, kekhawatiran
terhadap efek atau dampak negatif internet bisa dikurangi. Pengaruh
negatif di Internet dapat dikurangi sembari terus mengoptimalkan
manfaat positifnya.
Logo internet sehat
Di
Indonesia, kampanye internet sehat ini salah satunya disuarakan oleh
Information and Communication Technology (ICT) Watch. Ada juga
komunitas peduli yang membangun situs dengan nama internet sehat.
Komunitas internet sehat ini berisi kalangan yang peduli terhadap
"sehat"-nya penggunaan internet. Kampanye dari komunitas ini
bertujuan:
Membantu
mengkampanyekan citra Internetsebagai media pendidikan dan hiburan
yang positif bagi institusi keluarga dan institusi pendidikan.
Membantu
memberikan informasi dan materi acuanyang memadai bagi orang tua dan
guru dalam menyikapi perkembangan Internet dan dampaknya.
Membantu
mengupayakan peningkatan penetrasi Internetdi Indonesia dari
pelanggan rumahan (keluarga) dan dari komunitas pendidikan secara aman
dan bertanggung-jawab (aman bagi anak dan murid dengan tanggung-jawab
orang-tua dan guru dalam memberikan pengawasan dan bimbingan).
Lantas,
bagaimana caranya agar penggunaan internet yang tergolong sehat? Ada
sejumlah daftar periksa (check list) yang bisa dijadikan referensi
para pengguna internet yaitu:
Berhati-hatilah
menggunakane-bankingdi tempat umum, semisal warnet. Mintalah jaminan
keamanan PC kepada petugas warnet tersebut.
Tidak memberikan password apapun kepada siapapun di Internet.
Jika
membuat situs pribadi atau melakukan chatting, janganlah memberikan
data pribadi (alamat rumah, nomor telepon, tanggal lahir, dll.).
Buatlah
minimal 2 alamate-mail. Satu untuk keperluan pribadi dan satu lagi
untuk keperluan berlangganan milis atau layanan Internet.
Jangan buka file kiriman (attachment) dari seseorang yang tidak kita kenal benar. Langsung di delete saja
Tetaplah ingat untuk memperpanjang sewa namadomainyang anda miliki.
Peran orang-tua / guru dalam membimbing dan mengarahkan anak / murid tidak dapat digantikan dengan softwareapapun.
Seiring
makin massifnya akses internet dari berbagai jenis umur, pengawasan
serta edukasi tentang internet sehat ini bisa dimulai dari lingkaran
keluarga. Sejauh ini, anak-anak menjadi pihak yang paling rentan
terkena dampak negatif internet pada saat mereka menemukan situs-situs
yang tidak seharusnya mereka akses.
Untuk
itulah dibutuhkan perlakuan khusus di lingkaran keluarga agar dampak
negatif ini bisa diminimalisir. Caranya, gunakan internet bersama
dengan anggota keluarga yang lain, khususnya anak-anak. Tempatkan
komputer di ruang keluarga atau tempat yang mudah diawasi oleh orang
tua. Sambil meluangkan waktu bersama mereka, para orang tua bisa
mengajarkan penggunaan Internet yang aman dan bertanggung-jawab.
Pelajarilah teknologi dan fasilitas yang ditawarkan oleh Internet
secara bersama-sama dengan cara banyak bertanya kepada mereka.
Anak-anak
atau anggota keluarga lain yang belum paham dengan internet perlu
juga diingatkan untuk tidak merespon setiape-mailataupunprivate
chatdari orang lain yang tidak dikenal betul, termasuk tidak membuka
atau menjalankan file kiriman (attachment) darie-mailataupun
saatchatting. Ajarkan pula untuk tidak dengan mudah memberikan data
pribadi mereka atau keluarga kepada seseorang yang mereka kenal di
Internet.
Berikutnya,
anjurkanlah kepada anak-anak untuk segera meninggalkan situs-situs
yang membuat mereka tidak nyaman atau kurang pantas bagi mereka jika
secara kebetulan mereka temukan. Dengan cara yang bersahabat, mintalah
kepada mereka untuk menunjukkan atau menceritakan segala sesuatu yang
mereka temui di Internet. Di sini, orang tua harus meyakinkan kepada
anak-anak untuk tidak akan marah terhadap semua cerita mereka,
sehingga hal tersebut akan membantu dalam mengembangkan hubungan
keluarga, khususnya orang tua dengan anak, yang saling percaya dan
terbuka.
Tegaskan kepada anak-anak untuk tidak merencanakan
pertemuanface-to-facedengan seseorang yang baru dikenalnya melalui
Internet. Jika memang mereka memaksa untuk bertemu, sebaiknya ditemani.
Akan sangat bagus untuk mengenalkan situs-situs yang berisi
education-entertaintment(edutaintment) atausearch enginekhusus
anak-anak. Jika kita memiliki situs pribadi atau keluarga, jangan
memasang foto diri ataupun foto anggota keluarga yang lain, khususnya
anak-anak. Jangan sertakan pula informasi tentang alamat rumah, alamat
sekolah, nomor telepon ataupun data pribadi lainnya.
Jika
dirasa perlu, berikanlah pra-syarat tertentu untuk menggunakan
internet. Misalnya, anak-anak baru boleh menggunakan Internet apabila
telah mengerjakan pekerjaan rumah atau tugas sekolah. Tidak ada
salahnya pula menetapkan jam berapa anak-anak boleh menggunakan
internet dan memberikan pembatasan lamanya menggunakan Internet
tersebut. Hal tersebut selain dapat melatih kedisplinan terhadap
waktu, juga dapat untuk menghindari melonjaknya tagihan rekening
telepon bulanan.